Hari itu nampak tak biasa. Anak-anak berpakaian putih-merah, ceria menyambut sekolah. Sumringah mereka binar sesaat setelah menuruni kendaraan pribadi orang tuanya. Tak lupa jari-jemari itu sigap menyambut salam para guru dan relawan digerbang sekolah.
Ya, senin akhir Oktober 2018 itu (22/10), program sosial yang dihelat Kementerian Keuangan, memang digalakkan. Selain membangkitkan motivasi, Kemenkeu Mengajar Tiga, juga mencoba menebar pijar semangat untuk anak-anak di penjuru negeri.
Sabang. Kota paling barat di Indonesia. Daerah yang indah dengan pemandangan dasar lautnya. Sebuah wilayah yang terkenal karena menjadi titik paling barat penghitungan jarak se-Indonesia. Disana pula , pijar semangat mengejar cita itu dinyalakan. Kepada mereka, anak-anak bangsa, yang jauh dari ibukota, berjarak ribuan kilometer dari istana negara.
Kemenkeu Mengajar nerupakan program yang didukung penuh oleh pimpinan Kemenkeu. Bahkan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, tidak kalah ambil bagian untuk menjadi guru sehari disekolah dasar.
Pun begitu, di Provinsi Aceh, pimpinan Kemenkeu beserta relawan, urun rembug menyusun konsep mengajar yang akan dikenang sepanjang hidup anak-anak Sabang nantinya. Mencoba menyalakan lilin-lilin harapan, agar kelak membakar semangat dalam jiwa mereka, untuk mengejar cita-cita melampaui batas-batas diri yang ada.
Program yang masuk dalam rangkaian peringatan Hari Oeang ke-72 itu, dilaksanakan pada beberapa Sekolah Dasar di Pulau Sabang, Pulau Banyak dan Kota Langsa. Tiga daerah dari 67 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi yang dihelat pelaksanaannya.
Hari itu, anak-anak Sabang mengalami hal yang berbeda. Seluruh aktivitas sekolah sejak jam pertama, diampu langsung relawan Kemenkeu Mengajar yang berasal dari seluruh unit eselon I Kementerian Keuangan Provinsi Aceh. Dimulai dengan upacara bendera dan dilanjutkan dengan penugasan relawan disetiap kelas siswa hingga akhir jam sekolah.
Paling membanggakan, penayangan video rekaman dari pegawai Kementerian Keuangan yang tengah menjalani tugas belajar dari kampus-kampus ternama di Luar Negeri. Tentu suatu pengalaman baru ketika para siswa menyaksikan dan mendengarkan pesan-pesan awardee yang mengambil program doktoral di Kanazawa University, Canberra University dan Griffith University. Penanyangan video tersebut membuncah jiwa anak-anak sabang. Membangkitkan semangat mereka untuk meniru dan menggapai cita-cita untuk menuntut ilmu hingga negara lain.
Terbukti, saat siswa-siswa diminta menuliskan cita-cita mereka untuk kuliah kelak, banyak siswa yang menuliskan kampus-kampus ternama seperti harvard university dan sebagainya. Hal tersebut tentu membuat bangga para relawan. Lalu, cita-cita itu, digantungkan pada pohon cita-cita. Mereka akan melihatnya setiap hari. Mereka akan mengingatnya setiap masuk gerbang sekolah. Mereka akan terus mengingat hingga cita-cita itu tercapai.
”Besok, Kakak yang ngajar lagi ya?,” pinta Ashraf Siswa Kelas 5 SDN 1 Sabang. Itulah harapan yang disampaikan polos oleh para siswa. Harapan yang sering membuat relawan bangga, sedih dan memeluk dengan cinta. ”Tunggu kami tahun depan ya dik,” bisik rekawan bangga.
-Catatan KM3 Sabang-